BRIN dan UNPAD Jalin Kerja Sama Riset Pengembangan Biomassa dan Bioproduk – BRIN

Cibinong – Humas BRIN.   Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) konsisten menjalin kerja sama riset dan pengembangan dengan berbagai pihak, termasuk dengan perguruan tinggi seperti yang disepakati oleh Pusat Riset (PR) Biomassa dan Bioproduk, Organisasi Hayati dan Lingkungan BRIN dengan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD). Penandatanganan naskah kerja sama bidang biomassa dan bioproduk dilakukan secara luring di Bandung, bertepatan dengan pelaksanaan “Temu  Nasional dan Focus Group Discussion Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biomassa dan Biorefineri, Rabu (2/8).

Kepala Organisasi Riset (OR) Hayati dan Lingkungan BRIN, Iman Hidayat dalam sambutannya menyampaikan, forum nasional dan focus group discussion PKR Biomassa dan Biorefineri yang diinisiasi oleh PR Biomassa dan Bioproduk BRIN dengan FFTIP UNPAD, dan juga melibatkan beberapa pusat riset di BRIN serta perguruan tinggi lainnya seperti ITB, Universitas Brawijaya, Universitas Andalas, dan Universitas Hasanuddin. Hal ini menandai era baru bagi Indonesia untuk lebih serius di dalam menangani dan memanfaatkan biomassa (sebagian besar berwujud limbah pertanian, perkebunan dan kehutanan) menjadi produk-produk industri yang bernilai ekonomi tinggi, seperti bioethanol, biodiesel, bioplastik, biokarbon, bionanokomposit, minyak atsiri, lem, bahkan bahan-bahan kimia organik dan solvent untuk industri.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi. Tidak ada produk riset dan invensi yang dapat menjadi produk inovasi tanpa kolaborasi, khususnya antara periset, akademisi dan pelaku ekonomi. Karena kalau kita berbicara inovasi, maka disitu ada kegiatan ekonomi,” kata Iman.

Iman berharap dengan  adanya PKR ini, maka para periset, akademisi dan pelaku industri Indonesia di bidang ini dapat bekerja bersama-sama menghasilkan produk riset dan inovasi berbasis biomassa. “Jika ini tercapai, maka kita bisa berbangga bahwa kita bisa berdiri di atas kaki sendiri di dalam membangun ekonomi berbasis sumber daya alam biomassa,” harapnya.

Baca Juga  BRIN Tawarkan Solusi Atas Kendala BRIDA Provinsi Bali – BRIN

Dirinya mengungkap, dampak yang ditimbulkan ke depannya bisa masif, karena saat ini ekonomi bangsa masih bergantung kepada produk mineral dan tambang padahal Indonesia adalah negara yang kaya akan biodiversitas dan juga biomassa yang melimpah. “Sudah waktunya bagi bangsa Indonesia untuk lebih mampu memanfaatkan kekayaan biodiversitas dan biomassa yang melimpah sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi nasional,” tegas Iman.

Nanang Masruchin, selaku penanggung jawab kerja sama sekaligus periset PR Biomassa dan Bioproduk mengatakan bahwa dengan adanya PKR antara BRIN dan UNPAD dan telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara FTIP UNPAD dan PR Biomassa dan Bioproduk BRIN, merasakan tumbuhnya semangat kebersamaan untuk memajukan kompetensi dan kapasitas masing-masing anggota kolaborasi untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan bangsa.

“Tujuan kerja sama ini ingin membuat landasan hukum untuk bersinergi dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang biomassa untuk bioproduk ,” ungkap Nanang.

Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran, Sarifah Nurjanah menyampaikan bahwa penandatangan perjanjian kerja sama ini sangat penting bagi FTIP UNPAD dan tentunya juga bagi PR Biomassa dan Bioproduk BRIN, karena ini merupakan bentuk dari sebuah legalitas atas kerja sama yang sedang kita bangun.

“Mudah-mudahan kerja sama ini bisa menghasilkan seperti apa yang diharapkan kedua belah pihak dan bermanfaat baik untuk BRIN, Kemendikbudristek, UNPAD dan masyarakat, terutama untuk kemandirian bangsa Indonesia, “ tutupnya. (yn/ ed.sl)

Leave a Comment