Teknik Analisis Nuklir untuk Lingkungan dan Pangan – BRIN

 Serpong – Humas BRIN. Teknik Analisis Aktivasi Neutron (AAN) telah banyak dimanfaatkan di berbagai bidang, antara lain di bidang lingkungan dan pangan. Teknologi analisis nuklir ini tidak terlepas dari sejarah berdirinya fasilitas hamburan neutron yang ada di Indonesia.

Perkembangan AAN semakin pesat setelah Indonesia memiliki Reaktor Serba Guna GA Siwabessy dan fasilitas hamburan neutron yang berada di Kawasan Nuklir Serpong. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Teknologi Deteksi Radiasi dan Analisis Nuklir (PRTDRAN) – Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Abu Khalid Rivai, pada Voice of Resesarch, episode ke 8 dengan tema “Teknik AAN serta Aplikasinya di Bidang Lingkungan dan Pangan”, Jumat (29/07).

“Kegiatan kita ini bagian dari menyambut 30tahun fasilitas teknologi berkas neutron di Kawasan Nuklir Serpong. Kita akan mengkaji, mempelajari teknologi yang memiliki sejarah panjang di Indonesia ini,” tuturnya.

Abu juga menyampaikan, AAN merupakan bagian dari Teknik Analisis Nuklir (TAN) yang risetnya sudah dilakukan secara intensif di Indonesia. Aplikasi dan kontribusinya sudah cukup banyak serta kolaborasinya sudah dilakukan secara nasional maupun internasional.

Menurutnya, teknik AAN memiliki berbagai keunggulan, karena menggunakan teknologi berkas neutron. Dengan AAN ini bisa melihat berbagai unsur di sebuah objek dalam rentang sangat akurat, sampai part per million bahkan billion. Pada AAN bisa dilakukan pegukuran multiunsur dalam satu pengukuran.

Abu berharap, dapat bekerja sama dengan periset untuk memanfaatkan AAN di berbagai bidang. “PRTDRAN membuka luas kesempatan bekerja sama, berkolaborasi dengan para periset untuk berbagai bidang, khususnya untuk pemanfaatan riset teknologi AAN ini, dan tentunya ini bagian untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di nasional,” ujarnya.

Baca Juga  BRIN Perkuat Kerja Sama dengan Universitas Leiden – BRIN

Teknik AAN Miliki Sensitifitas Tinggi, Presisi, dan Akurat

Peneliti Ahli Madya – PRTDRAN, Saeful Yusuf memaparkan pengertian AAN. “AAN adalah salah satu teknik analisis nuklir yang dapat digunakan untuk penentuan unsur, baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang didasarkan pada pengukuran radiasi karakteristik dari radionuklida-radionuklida yang terbentuk akibat radiasi bahan oleh neutron,” paparnya.

Lebih lanjut Saeful menjelaskan untuk melakukan analisis unsur dengan teknik AAN, sampel ditempatkan ke dalam fasilitas iradiasi (reaktor nuklir) dan dibombardir dengan neutron, yang akan menghasilkan radioisotop. Setelah iradiasi, radioisotop akan meluruh sambil memancarkan sinar gamma yang karakteristik untuk setiap radioisotop. Aktivitas radioisotop yang dipancarkan akan sebanding dengan jumlah unsur pada sampel yang dibombardir oleh neutron.

Saeful mengungkapkan, kelebihan teknik AAN dibandingkan teknik analisis unsur lain. “Teknik AAN memiliki kelebihan sensitifitas tinggi, presisi, akurat, tidak bergantung pada keadaan kimia dari unsur, bebas dari kontaminasi zat lain, serta mendapatkan hasil analisis secara serempak,” ungkapnya.

“Sedangkan kekurangan teknik ini adalah untuk unsur tertentu pengerjaannya lama, prosesnya tergantung pada jadwal operasi reaktor, serta untuk unsur tertentu seperti unsur ringan (contoh Hidrogen, Oksigen, Carbon, Nitrogen dan Boron), analisisnya sulit dilakukan,” imbuhnya.

Beberapa langkah yang dilakukan dalam upaya mewujudkan hasil pengujian yang valid adalah SDM yang dilibatkan kompeten, menggunakan metode pengujian yang valid, peralatan yang digunakan selalu terkalibrasi, dan melakukan uji banding dengan hasil pengujian di laboratorium lain.

Dalam kaitannya dengan pemanfaatan teknik AAN dalam bidang pangan, Saeful menekankan betapa pentingnya teknik ini untuk mendeteksi beberapa unsur esensial dalam bahan pangan, “Ada 28 unsur yang sangat esensial untuk tubuh kita, sehingga penting bagi kita untuk mengetahui komposisi nutrisi yang terkandung dalam makanan kita sehari-hari,” tandasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Pangan, BRIN Dorong Inovasi Praktik Pertanian Berkelanjutan – BRIN

Riset yang telah dilakukan dalam bidang pangan contohnya yaitu, penentuan unsur esensial besi dalam bahan pangan kaitannya dengan penyakit anemia pada ibu hamil dan menyusui. Contoh lainnya yaitu penelitian tentang unsur esensial Krom dan Zinc, unsur Iodin kaitannya dengan penyakit gondok. Ada pula penelitian tentang kandungan mineral dan mikronutrien dalam tempe yang merupakan bahan pangan khas nasional.

Sementara itu Peneliti Ahli Madya – PRTDRAN, Rina Mulyaningsih menjelaskan teknik AAN yang dimanfaatkan dalam bidang lingkungan. “Salah satu contoh penelitian AAN dalam bidang lingkungan yang kami lakukan misalnya penentuan distribusi logam berat pada sedimen di Daerah Aliran Sungai Ciujung Banten,” jelas Rina.

“Sampel sedimen diambil dari beberapa titik di sepanjang daerah aliran sungai Ciujung dari hulu ke hilir sebanyak 31 titik,” tambahnya.

Rina juga memaparkan dari hasil penelitian ini dapat ditentukan apakah sungai Ciujung tersebut dalam kondisi tercemar atau tidak, serta dapat juga ditelusur hal-hal yang menjadi penyebab pencemaran sungai.  Selain sedimen sungai maupun laut, teknik AAN juga dilakukan untuk menganalisis sampel tanah dalam rangka geochemical mapping. Kegiatan ini telah dilakukan di daerah provinsi Banten. Sampel yang diambil yaitu tanah dari 110 titik di seluruh wilayah provinsi Banten.

“Hasilnya yaitu sebanyak 22 unsur seperti Aluminium, Zinc, Besi, dan lain-lain telah terpetakan untuk daerah Serang, Pandeglang, Lebak dan Tangerang. Setelah dikalkulasi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi penambahan unsur-unsur tersebut yang diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tinggal di daerah Banten,” paparnya.

Pada kesempatan terpisah Rohadi Awalaludin selaku Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir menyampaikan bahwa Indonesia cukup kuat dalam riset AAN dengan ditunjang reaktor riset yang ada terutama RSG G.A. Siwabessy “Sangat diharapkan kolaborasi yang semakin intensif dan kuat dengan berbagai pihak di Indonesia baik internal BRIN maupun perguruan tinggi, industri dan masyarakat luas dalam riset Analisis Aktivasi Neutron serta Aplikasinya di Indonesia agar semakin kuat dan unggul ke depannya,” tegas Rohadi. (IS,la/ed: tnt)

Baca Juga  Melalui BRIN, Indonesia Kerja Sama Pemanfaatan Biodiversitas dengan Belanda – BRIN

Leave a Comment