Cacar Monyet, Apa yang Perlu Kita Ketahui? – BRIN

SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor :
77 /SP/HM/BKPUK/VIII/2022

Cacar Monyet, Apa yang Perlu Kita Ketahui?

Cacar monyet (Monkeypox) kembali mengejutkan dunia. Hingga 21 Juni 2022 tercatat 4000 kasus di seluruh dunia.  Satu bulan kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Cacar Monyet berstatus darurat kesehatan global karena terlapor di 78 negara. Status ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan publik. Mulai dari asal mula penyakit, penularannya, gejala yang ditimbulkan, serta sejauh mana Indonesia mempersiapkan diri jika penyakit ini mengancam kesehatan penduduk. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan membahas penyakit ini secara lebih detail dalam webinar Talk to Scientists (TTS) berjudul “Cacar Monyet, Darurat Kesehatan Global, dan Apa yang Perlu Kita Ketahui?”, pada Selasa, 2 Agustus 2022.

Cibinong, 01 Agustus 2022. Cacar monyet mulai terungkap sejak tahun 1970. Penyakit zoonosis ini disebabkan oleh virus Monkeypox. Dugaan reservoir adalah kera, kelelawar, dan tikus. Cacar Monyet merupakan penyakit langka yang bersifat endemik di Afrika Barat dan Tengah. Namun kini telah menyebar ke negara non-endemis seperti Eropa, Amerika, dan Australia.

Riset memiliki peran vital dalam mengidentifikasi virus dan BRIN terlibat aktif. BRIN proaktif merespon isu-isu kesehatan melalui riset dan inovasi. “Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, NLP Indi Dharmayanti menjelaskan riset serta kajian ilmiah terbukti telah menjadi benteng dalam membatasi kepanikan masyarakat akibat minimnya informasi terhadap penyakit menular. “Cacar Monyet memang masih menjadi pertanyaan publik, karena informasi masih beragam. Oleh karena itu riset terkait penyakit ini penting untuk diketahui publik, termasuk gejala, dan apa yang perlu dipersiapkan,” ungkapnya.

Salah satu pelajaran berharga yang dapat dipetik ketika pandemi COVID-19 melanda adalah riset akan kembali menjadi pilar dalam pencegahan penyebaran penyakit, termasuk Cacar Monyet. Zulvikar Syambani Ulhaq, Peneliti Pusat Riset Kedokteran dan Praklinis menyatakan bahwa riset terkait penyakit ini penting untuk dilakukan. “Walaupun mungkin kasus belum ditemukan, perlu adanya kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang baik untuk menghadapi apabila kasus ini muncul di Indonesia,” tutur Zulvikar.

Baca Juga  BRIN Dorong Masyarakat Jadikan INIS sebagai Literasi Informasi Iptek Nuklir – BRIN

“BRIN mengajak kolaborasi riset dan inovasi bersama dengan para peneliti, dosen, mahasiswa, instansi swasta hingga mitra industri menyiapkan penelitian dan pengembangan di bidang penyakit Monkey Pox/ Cacar Monyet. Penyakit ini bermanifestasi pada penyakit kulit dan ternyata juga dapat meningkat akibat infeksi menular secara hubungan kelamin” jelas Reza Y Purwoko, periset yang juga berasal dari Pusat Riset Kedokteran dan Praklinis.

Leave a Comment