BRIN Ambil Peran Bangun Ekosistem Riset “Silicon Valey” di Cikarang – BRIN

Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil peran dalam pemanfaatan riset untuk pengembangan ekosistem “Silicon Valley” di Cikarang. “Bagian tahap yang penting dalam Riset dan inovasi adalah pemanfaatan dan kegiatan riset harus bermanfaat,” jelas Hendrian Plt Deputi Pemanfataan Riset dan Inovasi dalam sambutan kegiatan penandatanganan MoU antara BRIN, PT Jababeka Infrastruktur, Indogen dan BISA IA di Menara Batavia Kamis, (21/7).

Hendrian menyebutkan BRIN memiliki 12 Organisasi Riset dan 85 Pusat Riset dengan berbagai disiplin keilmuan, semoga periset BRIN dapat berkolabotrasi dan menghasilkan  riset yang dapat digunakan indutri yang berguna untuk masyarakat luas.

Penandatanganan dan pengesahan kerjasama dilakukan oleh R. Hendrian M.Sc selaku Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tjahjadi Rahardja selaku Direktur utama Jababeka Infrastruktur dan dihadiri oleh Agung Wicaksono selaku Direktur Jababeka Infrastruktur, M. Octaviano Pratama selaku Direktur Utama PT Bisa Artifisial Indonesia dan Chandra Firmanto selaku Managing Partner Indogen Capital.

Selain itu, Hendrian menambahkan BRIN memiliki program-program yang bisa dimanfaatkan bersama untuk mendukung program ini seperti e-katalog inovasi, super tax deduction serta program pendanaan yang bersifat kompetitif dengan berkolaborasi bersama periset BRIN, seperti Program Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR), Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), dan program lainnya. Ketentuan dan Informasi lebih lanjut bisa diakses di laman https://pendanaan-risnov.brin.go.id.

Dalam sambutannya, Tjahjadi menyatakan untuk mewujudkan Indonesia 4.0., PT Jababeka.Tbk berkomitmen untuk menciptakan lingkungan serta ekosistem yang mendukung, agar seluruh stakeholders dapat memanfaatkan teknologi dengan berkelanjutan dan efisien. “Keterlibatan BRIN, Indogen Capital, dan BISA AI menjadi langkah strategis untuk memfasilitasi pelaku industri agar tergabung dalam lingkungan yang tak hanya tech-savvy, namun juga kreatif dan kolaboratif”, ujarnya.

Baca Juga  BRIN Kembangkan Riset Sumber Pangan Alternatif Mi Berbahan Lokal – BRIN

Sementara itu, Agung Wicaksono selaku Direktur Jababeka Infrastruktur mengungkap kerjasama ini dilaksanakan sejalan dengan visi perusahaan dalam pengembangan Correctio sebagai kawasan pusat inovasi dan bisnis modern yang akan menjadi rumah bagi perusahaan rintisan (startup) di Indonesia yang akan memberikan solusi bagi pelaku industri serta masyarakat secara luas. “Melalui kerjasama dengan BRIN, Jababeka akan memfasilitasi kebutuhan riset dan data atas kebutuhan Startup dan industri di kawasan tersebut. Untuk menjadikan Correctio sebagai the next Silicon Valley di Indonesia, salah satu langkah yang kami lakukan adalah bekerjasama dengan BRIN,” tuturnya.

Chandra Firmanto selaku Managing Partner Indogen Capital menyampaikan, di tengah derasnya pertumbuhan Startup tanah air, maka diperlukan Venture Capital untuk membantu menghubungkan Startup yang sudah memiliki traksi baik dengan korporasi-korporasi di Indonesia bahkan Asia Tenggara. 

Oktaviana menerangkan bahwa BISA AI merupakan platform edutech pembelajaran digital memiliki fokus pembelajaran pada kecerdasan artifisial dan subset-nya seperti Data Science, Data Engineering, NLP, Machine Learning, dan bidang keilmuan lainnya yang mendukung akselerasi masyarakat 5.0.

“Selain mendapatkan mentorship dari BISA AI, Startup binaan nantinya juga memperoleh kesempatan untuk dapat bekerjasama dengan 2000 tenant nasional dan multinasional yang berada di kawasan Jababeka serta fasilitas lainnya yang berada di kawasan Correctio,” imbuhnya. (iam)

Leave a Comment