BRIN Beri Rekomendasi Rencana Indonesia Menuju NZE 2060 pada Konferensi Energi Hidrogen Dunia – BRIN

Jakarta – Humas BRIN, Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eniya Listiani Dewi hadir sebagai salah satu pembicara pada Konferensi Energi Hidrogen Dunia (WHEC) di Istanbul (03/07). Konferensi Energi Hidrogen Dunia (WHEC) adalah rangkaian acara internasional yang membahas masalah pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi.

Pembahasan tersebut meliputi metode produksi hidrogen, bahan untuk penyimpanan hidrogen, pengembangan infrastruktur dan teknologi pemanfaatan hidrogen, khususnya aplikasi sistem sel bahan bakar . 

“Seperti negara lain, Indonesia dianugerahi dengan banyak sumber energi yang tersebar di seluruh negeri, dengan adanya isu Transisi Energi dimana pada 2060 akan dicapai Net Zero Emission, maka hidrogen mempunyai posisi yang paling kuat dalam penurunan emisi,” ujar Eniya dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Eniya, Indonesia memiliki potensi kuat untuk mengadopsi hidrogen sebagai teknologi baru dan terbarukan dengan banyak sumber energi di tanah air. Salah satunya adalah hidro/PLTA yang dapat menjadi salah satu sumber dari proses produksi hidrogen, yang dapat dilanjutkan ke proses blue or green methanol, ammonia dan seterusnya.

Lanjutnya, Eniya mengatakan bahwa dari hasil konferensi ini tindak lanjut dan dukungan yang perlu dilakukan oleh BRIN adalah konsolidasi kegiatan Fuel Cell dan Hidrogen, perlunya dukungan penuh terhadap Kegiatan riset green-hidrogen, biohidrogen, green-ammonia, fuel cell development, material maju untuk energi storage , Membuat rekomendasi Roadmap Teknologi Hidrogen di Indonesia, Mengusulkan topik hidrogen menjadi salah satu tema riset terkait LCA.

Tentunya lanjut Eniya, dengan mengenalkan riset terkait analisa energi penyimpanan dengan melibatkan isu kelistrikan di grid di tanah air, maka potensi pemanfaatan listrik dengan PLTU idle dapat dilakukan untuk menghasilkan hidrogen, serta menyelesaikan permasalahan penyimpanan energi, ujarnya. 

Baca Juga  Konferensi Nasional MOST UNESCO, BRIN Kawal Penyusunan Peta Jalan Riset Disabilitas – BRIN

Eniya juga mengatakan Dari berbagai konsisi dunia yang menonjolkan konsep bagaimana hidrogen bisa berdampak signifikan terhadap perekonomian, maka Indonesia perlu segera membuat roadmap. Baik Roadmap untuk riset ataupun implementasinya.

Oleh karena itu dalam konferensi ini BRIN ikut serta memberikan rekomendasi terkait (1) Roadmap hydrogen utilization from 2031, (2) Roadmap to achieve 328 MW hydrogen utilization from 2023-2031, (3) Roadmap of local component industry for fuel cell based manufacture, electrolyser manufacturer, (4) Roadmap fuel cell uses for industry, stationary, and transportation, (5) Roadmap for renewable hydrogen production (green) from water splitting electrolysis, biomass gasification, waste to HyThane (hydrogen methane), (6) Roadmap for brown, blue hydrogen utilization using CCUS in industrial sector, dan (7) Roadmap hydrogen for chemical industry, ammonia, organic hydrogen carrier industry

“BRIN perlu membawa konsep people centered energy dan decentralization of energy dalam masa transisi energi menuju 2060. Rekomendasi riset dan teknologi hidrogen mengacu pada dampak pertumbuhan perekonomian dengan melahirkan multi-factor economy, dengan adanya konsep blue-green-pink hydrogen,” tutupnya. (sj)

Leave a Comment