PIRN Ajak Peserta Ungkap Konten Pengetahuan Lokal – BRIN

Lombok – Humas BRIN. Memasuki hari keenam Pekan Pemuda Riset dan Inovasi Nasional (PIRN) XX, ratusan peserta guru mendapatkan materi pengayaan mengenai akuisisi pengetahuan lokal.

Koordinator Pelaksana Fungsi Akuisisi Pengetahuan Lokal, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Fadly Suhendra, mengatakan, banyak sekali pengetahuan lokal di Indonesia yang bisa dieksplor untuk didokumentasikan, baik dalam bentuk buku maupun audiovisual.

“Banyak sekali konten pengetahuan lokal di sekitar kita yang bisa didokumentasikan. Tidak melulu harus teknologi tinggi, tapi Bapak – Ibu guru dari seluruh Indonesia ini bisa mendokumentasikan budaya, seperti tarian, musik, kemudian kegiatan pelestarian sumber daya alam, hingga pemanfaatan, penggunaan dan pengembangan berbagai pengetahuan dan kearifan lokal,” ungkap Fadly dalam pemaparannya, di BPSDM, NTB, Jumat (15/07).

Fadly menjelaskan, program akuisisi pengetahuan lokal merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mendapatkan dan mendokumentasikan berbagai konten pengetahuan lokal serta hasil litbangjirap dalam bentuk buku dan audiovisual, agar dapat diakses dan dimanfaatkan secara terbuka dan gratis oleh masyarakat melalui kanal publik yang dikelola oleh BRIN.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas publik berupa sumber literasi pengetahuan lokal dalam bentuk buku dan audiovisual, yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat.

“Kegiatan ini juga untuk memotivasi masyarakat untuk mendokumentasikan dan mengonversi berbagai pengetahuan lokal, dan akan ada pemberian penghargaan berupa insentif hingga 20 juta rupiah bagi karya yang terpilih,” terangnya.

Program ini, sebut Fadly terbuka untuk akademisi baik periset ataupun dosen, mahasiswa, pelajar, kreator, komunitas, hingga masyarakat umum.

Sebagai informasi, cara mengirim dan panduan program akuisisi pengetahuan lokal bisa diakses melalui tautan linktr.ee/akuisisiBRIN.

Nia, peserta guru asal SMA Islam Terpadu Anak Sholeh, Mataram, mengaku informasi mengenai akuisisi pengetahuan lokal merupakan sesuatu hal yang baru.

Baca Juga  BRIN Dukung Pembangunan Kebun Raya Kolaka – BRIN

“Menurut saya ini merupakan sesuatu yang baru, karena teman-teman saya banyak juga yang membuat buku tapi dicetak. Kalau BRIN menerima karya dalam bentuk buku dan bisa diakses secara terbuka dan digital, tentu buku tersebut akan lebih bermanfaat. Selain itu juga ternyata untuk membuat buku itu tidak harus sendiri, bisa berkelompok dengan penulis-penulis lain, seperti buku bunga rampai misalnya,” tutur guru Bahasa Indonesia ini.

Dirinya mengungkapkan memiliki niat untuk mengangkat potensi dan bakat siswa-siswanya dalam bentuk audiovisual. “Sekolah kami relatif baru, baru berjalan empat tahun, namun kami sudah banyak mencetak banyak generasi tahfiz quran. Akan sangat baik jika kami mengirimkan karya audiovisual melalui program akuisisi pengetahuan lokal ini untuk menyebarluaskan informasi mengenai sekolah kami ke masyarakat luas,” harapnya.

PIRN XX digelar oleh BRIN bekerja sama dengan Pemprov NTB yang berlangsung 10 hingga 17 Juli 2022. PIRN diikuti oleh 409 peserta, yang terdiri dari guru, siswa, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia (tnt).

Leave a Comment