BRIN Aplikasikan Teknologi Nuklir Bidang Industri dan Pertambangan di Indonesia – BRIN

Serpong – Humas BRIN. Aplikasi teknologi nuklir sudah banyak yang digunakan oleh masyarakat, termasuk aplikasi di bidang industri dan pertambangan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), membahas hal tersebut secara mendalam pada kegiatan webinar Voice of Research episode ke-5, dengan tema “Riset Teknologi Deteksi Radiasi Nuklir untuk Aplikasi Industri dan Pertambangan di Indonesia”, Jumat (8/7).

“Beragam aplikasi teknik nuklir saat ini sangat membantu dan bermanfaat dalam kehidupan manusia, termasuk teknologi deteksi radiasi dan analisis nuklir, yang aplikasinya juga bermanfaat atau dapat digunakan untuk industri dan pertambangan,” kata Kepala Pusat Riset Teknologi Deteksi Radiasi dan Analisis Nuklir (PRTDRAN), ORTN BRIN, Abu Khalid Rivai.

Rivai menambahkan, telah banyak aplikasi yang digunakan di bidang industri dan pertambangan, baik dari pemanfaatan sumber beta, seperti untuk pengukuran gramatur kertas, ketebalan lapisan plastik, kemudian juga penggunaan sumber gamma untuk pengukuran ketebalan plat tipis dan plat baja.

Nuklir untuk Industri dan Pertambangan

Perekayasa Ahli Utama PRTDRAN, Rony Djokorayono, dalam paparannya menjelaskan mengenai aplikasi teknik deteksi radiasi dan analisis nuklir di bidang industri berupa pemanfaatan sumber beta, termasuk sumber gamma dan x-ray.

“Kegiatan litbang ini sudah dilakukan dari tahun 1985 hingga sekarang, dimana saat ini aplikasinya sudah menyentuh ke industri dan pertambangan. Kegiatan litbang yang dilakukan berupa penggunaan sumber beta untuk melakukan pengukuran gramatur kertas dan ketebalan sheet plastik, juga kita menggunakan sumber gamma dan x-ray untuk mengukur ketebalan plat tipis dan pelapisan plat,” jelasnya.

“Untuk prinsipnya, detektor dan sumber radioaktif berada di seberang sampel dan diarahkan ke sampel, kemudian dari hasil pengukuran ini akan terjadi pengurangan radiasi yang diukur, yaitu perbedaan nilai radiasi sebelum dan sesudah diberikan sinaran dari sumber, yang nantinya juga akan dikonversikan menjadi arus yang dapat memberikan informasi mengenai gramatur kertas, ketebalan plat, maupun ketebalan pelapisan,” papar Rony.

Baca Juga  Tantangan Menghadapi Krisis, Utang Negara Harus Dikelola dengan Baik – BRIN

Radioisotop yang digunakan dalam pengukuran ketebalan plat dan pelapisan plat adalah Amerisium-241 atau Cesium-137, sedangkan untuk pengukuran ketebalan kertas adalah Kripton-85 atau Promethium-147. Kerja sama yang sudah pernah dilakukan, yaitu dengan pabrik kertas PT Trimitra Mandiri Bandung, Indutri kertas di Kudus, serta PT Jindal Stainles Steel Gresik.

Rony juga menjelaskan beberapa aplikasi teknologi nuklir lainnya di bidang industri, antara lain Gamma Continous Level, yaitu metode pengukuran level bejana bertekanan dan bertemperatur tinggi dengan prinsip radiation level menyediakan persentase dari penurunan transmisi sesuai level. Panjang gelombang pendek dan energi yang tinggi dari radiasi gamma menembus dinding vessel dan media proses. Sebuah detektor di sisi yang lain dari vessel mengukur kekuatan bidang radiasi dan menyimpulkan level di dalam vessel. Metode ini telah diaplikasikan di PT Petrokimia.

Gamma Switch level, serupa dengan Gamma continuous level, namun hanya mengukur titik tertentu saja dengan prinsip radiation level, menyediakan suatu fungsi switch on/off. Metode ini telah diaplikasikan di PLTU Paiton dan PT Espatindo Metal Surabaya.

Lebih lanjut Rony menjelaskan, Gamma Density Gauge, yaitu alat untuk mengukur kepadatan atau densitas, serta untuk menentukan persen solid material yang mengalir di dalam pipa proses tanpa kontak. Metode ini telah diaplikasikan di tambang emas Pongkor dan PT Petrokimia.

Gamma Weight Scale, yaitu alat pengukur berat material yang dipindahkan menggunakan belt conveyor atau screw conveyor tanpa kontak dengan material yang diukur. Metode ini telah diaplikasikan di PLTU Suralaya.

Online Analizer Unsur, adalah metode untuk mengukur konsentrasi unsur di dalam material batu bara pada belt conveyor, metode ini telah diaplikasikan pada PLTU Batubara.

Baca Juga  Solusi Literasi Digital – BRIN

Gamma Geophysics Logging, adalah metode untuk menentukan ketebalan lapisan tambang atau kedalaman lapisan tambang, telah diaplikasikan pada PT Recsalog Kota Baru Padalarang Bandung.

Sementara itu, Peneliti Ahli Muda PRTDRAN, Wibisono menambahkan, beberapa aplikasi teknologi deteksi radiasi dalam bidang industri, yaitu pemeriksaan Gamma Scan untuk mendeteksi adanya crack (retakan) pada pipa industri. Sedangkan Gamma Column Scanning diaplikasikan untuk pipa dengan ukuran hingga 50 meter. Kemudian metode Gamma Tomografi untuk memeriksa distribusi densitas material kerak didalam pipa. Serta pemeriksaan level sludge tangki untuk memeriksa profil level endapan untuk menghitung volume kerja pada saat cleaning tangki.

Menurut Wibisono, aplikasi teknologi deteksi radiasi dalam bidang industri dengan metode Non Destructive Test memiliki keuntungan, yaitu dapat dilakukan tanpa menghentikan proses produksi, real-time, dan in-situ, dapat diperoleh lokalisasi kerusakan sehingga mempercepat penanganan, serta efektif dan efisiennya penyiapan tenaga kerja, kualitas dan kuantitas spare part.

Wibisono berharap, pengaplikasian teknologi deteksi radiasi nuklir bidang industri dan pertambangan ini dapat terus berkembang dan makin pesat, sehingga memberikan efek memajukan dunia industri nasional.

“Dengan kasus-kasus yang ada di industri, saya berharap, PRTDRAN dapat menjadi ‘rumah sakit industri’ yang bisa men-deliver teknologi dan kepakaran, yang bisa membantu malfungsi atau inspeksi apabila terjadi proses abnormal di industri”, ujarnya.

Plt. Kepala ORTN BRIN, Rohadi Awaludin dalam kesempatan terpisah menekankan bahwa, berbagai teknologi deteksi radiasi untuk aplikasi industri dan pertambangan merupakan bagian dari kontribusi iptek nuklir.

“Hal ini merupakan bagian dari kontribusi iptek nuklir dalam turut membangun industri dan pertambangan Indonesia yang tangguh, maju dan kompetitif,” tuturnya. (IS, yrt/ ed: tnt).

Leave a Comment