Pemanfaatan Teknologi Digital Mampu Tingkatkan Produktivitas Pertanian – BRIN

Bandung – Humas BRIN. Pemanfaatan teknologi digital di bidang pertanian mampu memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi oleh wilayah Indonesia sebagai negara agraris dengan lahan pertanian yang luas serta kaya akan sumber daya alam hayati.

Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budi Prawara mengatakan, sentuhan teknologi digital bidang pertanian dimana pemanfaatan teknologi informasi dan data dapat memberikan manfaat dan perubahan pada kehidupan manusia lebih baik kelak. “Pemanfaatan digitalisasi teknologi informasi, big data, artificial intelegen, internet of think, dan juga machine learning dan sejenisnya, diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi,” ungkap Budi dalam pada webinar Talk to Scientist (TTS) series secara daring, Kamis (30/06).

Dengan mengusung tema “Pemanfaatan Sains Data pada Bidang Pertanian” webinar ini diharapkan mampu memberikan informasi yang bermanfaat guna meningkatkan produktivitas di bidang pertanian. Salah satu bagian dalam digitalisasi teknologi informasi ini adalahsains datayang berguna untuk mengolah teks, citra gambar, audio, video dengan algoritma tertentu disinergikan dengan teknologi machine learning untuk membantu para petani untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat serta cepat dalam penanganan proses pengolahan pertanian.

Menurutnya, data sains di bidang pertanian akan sangat berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan, air dan penyubur, sementara dilain sisi populasi penduduk semankin meningkat. “Beberapa riset yang saat ini dilakukan oleh Pusat Riset Sains Data dan Informatika BRIN, mendukung pada pengembangan terkait bidang pertanian, diantaranya contoh riset tentang klasifikasi jenis varietas dan grading kualitas produk pertanian, ada juga Riset pengembangan deteksi penyakit pada tanaman,” jelas Budi.

Ia barharap produk dari berbagai topik riset ini dapat di manfaatkan oleh berbagai mitra, juga dapat meningkatkan kolaborasi riset lainnya seperti output bersama contoh publikasi bersama  dalam bentuk jurnal dengan reputasi paten dan lain-lain. “Terkait riset di bidang sains data yang berhubungan dengan bidang pertanian, BRIN dengan fasilitas infrastruktur riset yang dimiliki dapat dimanfaatkan baik untuk internal dan eksternal BRIN sehingga mnghasilkan keluaran yang berdampak khususnya dalam bidang pertanian,” harapnya.

Baca Juga  Matangkan Pendidikan Inklusif Guna Berikan Hak dan Peran Penyandang Disabilitas dalam Pembangunan – BRIN

Salah satu riset sains data, yaitu teknologi encoder GAN (Generative Adversarial Network) berupa suatu model algoritma komputasi untuk mengidentifikasi atau pengenalan klon teh baik secra fisik, tekstur struktur tulang dan warna daun tehnya. Teknologi ini mampu bekerja dengan otomatis yang biasanya dilakukan secara manual pada area perkebunan yang luas.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktifitas dan meningkatkan kualitas tehnya terjaga baik. Hal ini sampaikan oleh Peneliti Ahli Muda dari kelompok riset machine learning PRSDI, Endang Suryawati. Sementara peneliti lainnya, Wiwin Suwariningsih, menyampaikan aplikasi berbasis mobile yang dapat mengidentifikasi varietas berupa model citra gambar yag optimal. Ini dapat menunjang sertifikasi cabai berkualitas tinggi dengan menggunakan deep learning.

Terkait riset pengembangan sistem informasi suatu metoda identifikasi varietas  tanaman tertentu yang di terapkan pada tanaman hias  hoya yang berpotensi menjai komoditi hortikultura unggulan, disampaikan oleh Peneliti Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya dan Kehutanan, Siti  Kania Kushadiani.

Termanfaatkan dan teraplikasikannya riset yang telah dilakukan ini ditunjukkan dengan telah adanya kolaborasi, hal ini disampaika oleh Rinda Kirana, peneliti dari Pusat Riset Holtikultura dan Perkebunan BRIN. “Telah melakukan kegiatan kolaborasi dengan Pusat Riset sains Data dan Informasi – BRIN terkait pemanfaatan teknologi dikembangkan di PRSDI. Teknologi tersebut terkait dengan komoditi benih sayuran unggulan salah satunya varietas cabe dalam mendukung sistem pertanian bio industri yang berkelanjutan agar lebih mudah diakses oleh pengguna salah satu kegiatan riset untuk menjamin kulitas mutu varietas benih adaleh kegiatan roguing dimana hasil pendataan datanya dibantu dengan metoda teknologi deeplearning data untuk memperkuat data deskripsinya,” jelasnya.

Sementara Sri Rahayu, dalam paparannya menyampaikan bahwa, kita merupakan negara yang kaya akan sumberdaya hayati salah satunya tanaman hoya. “Ini berpotensi nilai ekonomi tinggi, sehingga diperlukan suatu teknologi untuk mendukung konservasi pemanfaatan berkelanjutan salah salah satunya dengan teknologi artificial intelegent yang di integrasikan dengan pusat data informasi yang mudah di akses,” ungkap Peneliti Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya dan Kehutanan – BRIN ini. (ER. KG)

Baca Juga  PIRN Jaring Potensi Talenta Muda Daerah – BRIN

Leave a Comment