Konferensi Nasional MOST UNESCO, BRIN Kawal Penyusunan Peta Jalan Riset Disabilitas – BRIN

Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan Komite Nasional Indonesia untuk Program Management of Social Transformation (MOST) UNESCO akan mengawal dan menyusun peta jalan riset nasional 2023-2029 untuk meningkatkan peran penyandang disabilitas yang setara dalam pembangunan.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko dalam sambutannya mengatakan MOST UNESCO Indonesia yang ada di BRIN diharapkan mampu mengawal dan menyusun peta jalan yang jelas untuk riset-riset disabilitas. “Riset-riset disabilitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari riset dan inovasi untuk Indonesia maju,” ujar Handoko pada Konferensi Nasional MOST UNESCO Rabu (29/06).

Lebih lanjut Handoko menambahkan, BRIN akan memastikan program dan layanan bagi penyandang disabilitas dapat terwujud dengan bukti yang konkret. Melalui kegiatan MOST UNESCO, Handoko menyatakan, BRIN akan terlibat aktif untuk menjadi representasi Indonesia dalam mengedepankan dukungan untuk kaum disabilitas.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Nasional Indonesia untuk Program MOST UNESCO Indonesia Tri Nuke Pudjiastuti mengatakan, Program MOST UNESCO yang diadakan oleh Komite Nasional Indonesia merupakan wujud komitmen Indonesia dalam Sustainable Development Goals (SDGs). “Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa tidak ada satupun orang yang terlewat atau No-one Left Behind,” ujarnya.

Lebih lanjut Nuke mengatakan, MOST UNESCO memiliki misi untuk memastikan hak penyandang disabilitas atas perlindungan sosial maupun hak-hak lainnya, mentransfer bukti penelitian dalam perspektif disabilitas ke kebijakan dan praktik publik, serta memastikan inovasi ilmiah, kemandirian dan keberpihakan kepada penyandang disabilitas.

Nuke juga mengatakan, Konferensi Nasional MOST UNESCO merupakan bagian dari program yang mengonfirmasi dan mendiskusikan isu strategis, sebagai dasar penyusunan peta jalan agenda riset dan inovasi nasional 2023-2029 terkait disabilitas.

Baca Juga  Mengurangi Food Loss Mangga Indonesia, BRIN dan Osaka University Jalin Kerja Sama Riset – BRIN

Konferensi ini, disebutkannya, bertujuan mengidentifikasi berbagai masukan untuk naskah kebijakan bagi para pemangku kepentingan. “Konferensi Nasional MOST Unesco Indonesia merumuskan usulan terkait isu strategis pemenuhan hak dan peran disabilitas dalam pembangunan,” ungkap Nuke.

“Melalui konferensi ini permasalahan dan kendala yang ada dapat dipetakan, seperti kendala kebutuhan data yang komprehensif, yang diterbitkan secara berkala. Dengan begitu, riset lebih berkualitas dan menghasilkan kebijakan berbasis bukti,” tutupnya.

Sebagai informasi, konferensi ini menghadirkan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI sebagai pembicara kunci. Hadir pula sejumlah pejabat, di antaranya Wakil Duta Besar Tetap untuk UNESCO di Paris, Director of the UNESCO Regional Science – Bureau for Asia and the Pacific, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kepala Sekretariat Nasional SDGs- Bappenas (sekaligus Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Bappenas), dan Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, serta sejumlah narasumber. (sj/ ed: drs)

Leave a Comment