Pemanfaatan Sains Data di Bidang Pertanian Menuju Era Smart Agriculture – BRIN

SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor:  060/SP/HM/BKPUK/VI/2022

Pemanfaatan Sains Data di Bidang Pertanian Menuju Era Smart Agriculture

Kesuburan lahan pertanian di Indonesia tidak diragukan lagi, hal ini berpotensi besar untuk menjadi penghasil pangan terbesar di dunia. Namun seiring perkembangan zaman, dimana luas lahan pertanian terus mengalami penurunan, secara otomatis akan mengurangi produksi pangan. Melalui perkembangan teknologi saat ini khususnya di bidang pertanian modern, maka produktivitas, efisiensi, dan efektivitas dapat dipertahankan kendati luas lahan pertanian terus berkurang. Untuk membahas peran teknologi di bidang pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional menggelar webinar Talk To Scientist pada Kamis (30/06).

Bandung, 29 Juni 2022. Perkembangan Sains data dan informasi sangat cepat dan memegang peran penting saat ini dan masa depan. Hal ini karena semua aktivitas manusia akan tergantung pada ketersediaan data dan informasi yang berkualitas. Peran sains data dan informasi di era industri 4.0 inipun juga dirasakan di bidang pertanian modern sebagai salah satu upaya mewujudkan metode pertanian cerdas melalui pemanfaatan teknologi.

Indonesia sebagi negara pertanian yang memproduksi serta mengkonsumsi hasil pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduk, saat ini masih menggunakan teknologi tradisional yang mengandalkan kondisi kesuburan tanah. Padahal, dengan potensi tersebut Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi penghasil pangan terbesar di dunia jika dapat memanfaatkan teknologi maju yang dapat mendukung produktivitas, efisiensi dan efektivitasnya.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Sains Data dan Informasi, berkontribusi dalam perkembangan smart agriculture yang berfokus pada berbagai riset dalam menghadirkan berbagai aplikasi yang dapat mendukungnya.

“Data sains di bidang pertanian akan sangat berperan dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan, air dan penyubur, sementara dilain sisi populasi penduduk semankin meningkat,” jelas Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Budi Prawara.

Baca Juga  Penguasaan Teknologi MSR untuk PLTN Masa Depan – BRIN

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi, Esa Prakasa,  bahwa produk pertanian saat ini masih dikerjakan secara manual, padahal ini menjadi sangat penting dari sisi atau penyediapangan dan merupakan kebuthan pokok. “Dari berbagai permaslahan selama ini hanya dapat ditangani secara manual oleh orang-orang berpengalaman, sehingga kemampuan untuk menangani hal tersebut terbatas,” kata Esa Prakasa.

“Dengan adanya aplikasi maka pengamatan, analisis, dan identifikasi pertumbuhan tanaman pertanian dapat dilakukan secara cepat dan akurat. Hal ini dapat dilakukan karena aplikasi menggunakan model deep learning yang telah dilatih dengan data-data real hasil pengumpulan secara langsung,” tambahnya.

Esa Prakasa menambahkan, guna mendapatkan informasi yang mendalam terkait peran sains data dan informasi, BRIN menggelar webinar yang bertajuk Talk To Scientist dengan narasumber yang merupakan kolaborasi dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi yang telah melakukan riset bersama pada beberapa tahun sebelumnya. “Harapannya dengan kehadiran bersama antara periset dan kolaborator dalam satu forum, dapat menguatkan bahwa kegiatan riset yang telah dilakukan ini memiliki manfaat pada kondisi riil dan menjadi peluang untuk dapat dikomersialisasikan pada pihak ketiga seperti industri,” ujar Esa Prakasa. Hasil riset Pusat Riset Sains Data dan Informasi pada hari ini berkenaan dengan pemanfaatan sains data  agar bisa mengenali berbagai feature yang dimiliki oleh tanaman, seperti ukuran daun, warna permukaan, kelengkungan, dan lainnya. Karakteristik feature selanjutnya dapat menjadi acuan baik baik untuk mengetahui jenis maupun kondisi kondisi kesehatan tanaman. Dimana bagian dari feature tersebut ada dalam alogritma dan diberikan label sebagai acuan, sehingga memudahkan dalam melakukan proses klasifikasi.

Leave a Comment