BRIN dan Goorita Kerja Sama Kembangkan Produk Halal UMKM – BRIN

Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupaya memberdayakan fasilitas riset pangan dalam memperkuat transformasi ekonomi yang berdaya saing serta berkontribusi membuka kerja sama bidang riset, dan pengembangan dengan berbagai pihak. Hal ini disampaikan Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah – BRIN, Dadan Nugraha, saat penandatanganan nota kesepahaman BRIN dengan PT. Semeru Indonesia Maju/Goorita, dalam pengembangan produk halal UMKM. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Dadan Nugraha dari BRIN, dan Yuwono Wicaksono dari PT. Semeru Indonesia Maju/Goorita, di Jakarta, Senin (27/6). 

“Sebagai bentuk keseriusan, dalam meningkatkan nilai ekonomi. BRIN perlu melakukan kerja sama dengan PT Semeru Indonesia Maju/Goorita, sebagai salah satu platfom market place, untuk merangkul UMKM. Selain itu juga, dalam pengembangan produk halal, untuk merambah pasar global,” ujarnya.

Lebih lanjut Dadan menuturkan, kerja sama ini untuk meningkatkan nilai ekonomi, melakukan sinergi riset bersama. Pendampingan dalam peningkatkan mutu produk pangan halal UMKM,  sehingga dapat diterima di pasar global.

“Pendampingan terkait peningkatan mutu produk, dan pemanfaatan teknologi pengemasan. Di samping itu, juga konsultasi tenaga ahli, dalam proses pemenuhan dokumen sertifikasi produk, dan penyediaan infrastruktur produksi sesuai standar,” tuturnya.

Sementara itu menurut Yuwono, founder  PT Semeru Indonesia Maju/Goorita, dirinya sangat yakin bahwa pendampingan UMKM bidang pangan, sangat menguntungkan perekonomian nasional. “Indonesia saat ini perlu aksi nyata, dalam meningkatkan perekonomian. Kebutuhan nyata UMKM, yaitu bagaimana mengemas produk makanan sesuai standar, dan mengurus dokumen ke Badan POM,” ungkap Yuwono. 

“Kegiatan riil setelah perjanjian ini, yaitu pelatihan proses packaging produk makanan, sehingga dapat cepat didistribusikan ke pasar, super market, atau diekspor. Pemberian pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, akan membantu UMKM meningkatkan produknya ke pasar global. Aspek-aspek ini, tentu saja akan meningkatkan pendapatan negara,” jelasnya.

Baca Juga  BRIN dan ‘Scientist Etics’ – BRIN

Sejalan dengan harapan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat meresmikan fasilitas riset pangan BRIN di Gunung Kidul, Jawa Tengah, keberadaan laboratorium BRIN menjadi urat nadi dalam meningkatkan produk layanan masyarakat, khususnya produk halal. Laboratorium rujukan riset halal ini, akan menjadi pendukung Indonesia, menjadi produsen produk halal dunia, pada tahun 2024. Laboratorium ini juga, akan melayani sektor usaha yang dikelola pihak swasta.

BRIN berkomitmen meningkatkan daya saing produk, sebagai pelaku riset. Baik UMKM, komunitas, maupun individu. Hingga saat ini, BRIN telah menyediakan tiga laboratorium yang dilengkapi dengan instrumen penelitian canggih, guna mendukung riset pangan halal di Indonesia. Ketiga laboratorium tersebut, berlokasi di Cibinong Jawa Barat, Serpong Banten, dan Gunungkidul Jawa Tengah. (iam, mul/ ed: jml)

Leave a Comment